Viral! Video Pria Memainkan Alat Kelaminnya di Depan SD Denpasar

Viral! Video Pria Memainkan Alat Kelaminnya di Depan SD Denpasar – Video pria mainkan alat kelaminnya (ekshibisionis) di dekat salah satunya SD di Denpasar, Bali, viral di sosial media. Masyarakat serta orangtua kuatir atas keselamatan beberapa siswa.

Dalam kutipan video yang viral itu, pria ekshibisionis itu tampak menutupi mukanya dengan masker serta kacamata hitam. Pria berjaket warna gelap itu tampak duduk diatas motor lakukan tindakan tidak pantas.

Tempat video itu dimaksud ada di SDN 12 Padangsambian, Denpasar Barat. Saat didatangi ke tempat jam 13.00 Wita, ruang sekolah itu tampak sepi. Tidak tampak hilir mudik kendaraan yang melintas.

Salah seseorang pemilik warung di muka sekolah, Made (53), mengakui dengar momen pamer alat kelamin itu dari keponakannya yang disebut murid di SD itu. Ia menyebutkan momen itu berlangsung beberapa waktu yang kemarin.

“Dengar dari keponakan saya, ada bapak-bapak mainin serta megang alat kelaminnya dari atas motor. Selalu saya suruh berhati-hati, orang hilang ingatan itu, ditambah lagi ada anak-anak gadis,” kata Made waktu didapati di tempat, Jl Padangsambian, Denpasar, Bali, Jumat (22/3/2019).

Made pun menyesalkan momen pamer alat kelamin itu. Diakuinya cemas serta meminta aktor supaya diamankan.

“Ya cemas, saya hanya kasih tahu anak-anak selalu yang menyukai (jajan) kesini, janganlah ingin dikasih-kasih gini, janganlah ingin. Takut pun iya, cemas kita kok ada yang seperti begitu ya. Kasihan anak-anak itu,” tutur ibu dua anak itu.

Perihal seirama dikatakan salah seseorang orangtua siswa, Made Kertadana (48). Bapak dua anak itu dengar momen itu berlangsung satu minggu yang kemarin.

“Jelas ada kecemasan. Saya biasa jemput di timur sana (momen disamping barat), dua hari waktu lalu diceritain sama yang masuk group ada video tuturnya sampai keluar (mani). Cocok peristiwa beberapa orang, ramai, bukan tempo hari, tetapi semingguan waktu lalu,” katanya.

Kertadana pun tidak mengerti dengan tingkah pria itu. Karena, tindakan nekat itu dikerjakan pada saat tengah hari bolong.

“Jika saya dibolehin, diadukan ke polisi agar diberi pembinaan orang tuanya. Tuturnya itu anak bekas sekolah SMP sini. Walaupun mungkin tidak kurungan, mesti ditegur ke sekolah atau tempatnya menimba pengetahuan,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah juga menyarankan beberapa orangtua supaya pas waktu menjemput anak mereka. Pengumuman itu dikatakan Senin (18/3) kemarin.

“Sejak peristiwa itu, diumumkan oleh sekolah untuk jemput lebih awal. Ya anak saya cowok, tetapi masih siaga. Yang demikian kan tidak lihat anak wanita atau laki,” tutur seseorang ibu yang tidak ingin dimaksud namanya.