Setiap Jumat Pembagian Sego Gandul

Agen Casino

Setiap Jumat Pembagian Sego Gandul – Sego gandul, masakan unik Kabupaten Pati itu tdk cuma ditemui di daerah aslinya akan tetapi juga dapat kita nikmati di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bahkan juga, masakan itu digratiskan oleh sang pedagang tiap-tiap hari Jumat.

Sekejap mendengar nama Sego Gandul atau Nasi Gandul bakal nampak bayangan bahwa didalam makanan itu ada buah gandul atau pepaya, khususnya buat warga Purworejo. Akan tetapi nyata-nyatanya masakan lezat itu malahan terdiri dalam daging sapi, jerohan, lidah, dll menjadi kawan nasi yg diguyur dengan kuah manis serta gurih tanpa adanya buah pepaya di dalamnya.

” Nama Sego Gandul itu di ambil lantaran dulunya banyak pedagang dari daerah asal jual melalui langkah dipikul keliling kampung maka kelihatan gondal gandul gitu, ” ujar penjual sego gandul, Prasasti Pratma Keswari (40) kala dijumpai di lapaknya di Jl Mayjend Sutoyo No 103, Jumat (2/3/2018) .

Bukan hanya berisikan daging sapi, utk penuhi kemauan pelanggan serta tawarkan menu yg varitif, sego gandul punya Prasasti juga di beri lauk penambahan seperti daging ayam, telur, tahu serta tempe. Bahkan juga tiap-tiap hari Jumat, banyak pelanggan dapat menikmatinya dengan cara gratis atau bayar seiklasnya dengan memasukkan sedekah di kotak amal yg ada. Berapapun duit yg terkumpul kedepannya bakal diberi utk para duafa.

Bukan hanya itu, utk menyongsong Cap Go Meh yg jatuh pada hari ini, sego gandul yg disebut Tidak Ge Go itu berikan menu teristimewa lontong Cap Go Meh. Akan tetapi buat pelanggan yg mau menyantapnya seperti menu kebanyakan, nasi lantas masih disajikan. Pada hari umum, harga yg di tawarkan utk satu jumlah sego gandul dimulai dari Rp 4. 000, sampai Rp 14. 000, terkait menu yg di ambil.

” Ya mau share saja, maka itu gratis, istilahnya Jemuah Barokah. Kebetulan hari ini juga bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh jadi kami bagikan lontong Cap Go Meh juga, ” lanjut penjual yg akrab di panggil Sasti itu.

Warung Tidak Ge Go yg buka mulai jam 08. 00 WIB itu tetap di serbu pelanggan tiap-tiap hari khususnya pada hari Jumat. Bukan hanya makan ditempat serta mesti mengantre, pelanggan yg mau membungkus atau bahkan juga pesan antar juga dilayani oleh Sasti. Tdk heran cuma dalam tempo berapa jam saja, masakan itu ludes tdk tersisa.

Salah seseorang konsumen, Yahya Firdiyansah (34) warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo yg dijumpai detikcom sembari nikmati Sego Gandul menilainya santapan itu lebih enak dari daerah aslinya. Bahkan juga, ia mengakui bakal jadi pelanggan setia warung Tidak Ge Go itu.

” Enak mas, terasa lebih legit serta manis, sesuai dengan lidah orang Purworejo, lebih-lebih ini hari Jumat kan gratis. Besok apabila melalui sini kembali pastinya berkunjung, ” kata Yahya.