Home / berita umum / Para Hacker Surabaya Berikut Motifnya

Para Hacker Surabaya Berikut Motifnya

SURABAYA – Beragam motif melatarbelakangi beberapa peretas (hacker) kala berani membobol beragam website di internet. Salah satu perihalnya disangka kuat jadi aktualisasi diri memiliki kekuatan itu.

Kajian ini perihal timbulnya masalah tiga mahasiswa Stikom Surabaya yang diamankan polisi karna nekat meretas sekira 600 website di 44 negara hingga ikut jadi incaran FBI.

” Aktualisasi diri kalau dia miliki kekuatan. Ini umumnya sebagai latar belakang mereka (meretas website) dari bagian kekuatan. Tapi apabila dari bagian finansial, saya tidak jelas, itu kan dampak beda. Namun pada umumnya, miliki kekuatan aktualisasi, ” jelas dosen Program Studi S-1 System Info Fakultas Tehnologi serta Informatika Stikom

Ia menuturkan, dalam sistem meretas sesungguhnya dapat ditunaikan dengan singkat. Bahkan sekali tekan enter telah usai, misalnya segala feature lunak (software) telah disediakan. Namun yang panjang merupakan tahapannya, karna mesti menghimpun beberapa info mengenai website yang dapat diretas.

” Dia dapat coba men-scanning. Umpamanya, tempat tinggal yang lemah pintu mana, jendela mana. Diidentifikasi, baru kelak dia paham. Kalau pintu dari kayu, kelak saya buka dengan gergaji. Kalau pintu dari besi, gunakan las, ” katanya.

Sesudah di ketahui, sambung dia, info perihal akses masuk dan seterusnya di system keamanan, lantas aktor memanfaatkan segala teknik yang dipunyai, apakah menggunakan SQL Injection atau yang beda.

Umumnya, ujar Anjik, website sasaran beberapa hacker untuk diretas merupakan perusahaan yang memiliki service on-line, hompage, serta pelaksanaan customer on-line. Sesungguhnya waktu buat pelaksanaan telah ada baku keamanan.

” Namun, mungkin saja ada celah-celah. Itu yang dimasukkan peretas. Contoh dari pelaksanaan ada kekurangan. Contoh misalnya dimasukkan satu A tidak lolos, tapi kala dimasukkan A 3x baru dapat lolos. Jadi istilahnya antisipasi dari pelaksanaan itu, kode program yang kurang optimal, ” tuturnya.

Seperti dibicarakan, tiga peretas asal Surabaya di tangkap Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya pada Minggu 11 Maret 2018 selesai memperoleh info dari FBI. Ke-3 aktor semasing berinisial KSP (21) , NA (21) , serta ATP (21) .

Terakhir di ketahui mereka terdaftar jadi mahasiswa semester VI Stikom Surabaya serta tergabung dalam komune hacker Surabaya Black Hat (SBH) . Ketiganya meretas di ketahui beberapa ratus website yang menyebar di 44 negara. Bahkan, beberapa aktor berani membobol website punya FBI.

About admin

Judi Slot Online