Ditangkap Polisi Karena Terlibat Narkoba, Oknum Sipir di Jambi Akan Dipecat

Ditangkap Polisi Karena Terlibat Narkoba, Oknum Sipir di Jambi Akan Dipecat – Pelaku sipir Lapas Kelas II-A Jambi bernama Hendra (30) terancam dikeluarkan dari kedinasannya selesai tertangkap polisi sebab turut serta narkoba. Hendra yang yang menjabat staf fungsional umum di Lapas Kelas II Jambi itu sekarang masihlah ditahan di Mapolda Jambi untuk proses kontrol polisi.

” Langkah awal yang kita mengambil ialah pemberhentian sesaat dari kedinasannya pada pelaku sipir yang turut serta narkoba. Bahkan juga kita ikut tengah menyarankan ke pimpinan, baik di Jambi atau di pusat, untuk pemotongan penghasilan pelaku sipir itu sebesar 75 prosen menjadi konsekuensinya, ” kata Kalapas Kelas II Jambi Yusra Sa’ad, Senin (11/2/2019) .

Menurut dia, pemecatan pada pelaku sipir yang turut serta narkoba bakal dijalankan selesai berjalannya proses persidangan, sebab proses dari pemecatan bakal dijalankan sesuai tahap-tahap yang ada.

” Jadi kini kita melakukan pemberhentian sesaat dahulu, lantas kritikan pemotongan penghasilan. Sesudah itu, bila diolah ke persidangan kita lihat kembali putusannya. Tetapi terus kita bakal usulkan pemecatan itu pada kantor lokasi di Jambi serta unsur pimpinan di Jakarta. Jadi dari kritikan pemecatan itu tinggal tunggu ketentuan kembali dari pimpinan di Jakarta, ” tutur Yusran.

Pelaku sipir bernama Hendra itu diamankan polisi di Jambi pada Kamis (7/2) . Dia diamankan Direktorat Narkoba Polda Jambi bersama-sama dua partnernya dengan cara terpisah selesai membawa narkoba enam paket tengah kurang-lebih 300 gr berisi sabu siap edar.

Dari keterkaitan itu, dua partnernya bernama Rando Afrizal (27) serta Hidayat (27) , penduduk Kabupaten Muaro Jambi, sekarang masih juga dalam kontrol petugas kepolisian untuk mengerjakan peningkatan dari pengungkapan itu. Bahkan juga polisi ikut tengah menindaklanjuti sampai ke lapas untuk menyingkap hasil tangkapan itu.

” Jika memang pelaku itu ada keterkaitan dalam lapas. Mungkin sebab ada interaksi yang kita tdk kenali. Ditambah lagi sehari-harinya sipir dalam lapas tdk lepas terkait dengan cara langsung bersama-sama banyak tahanan mungkin beberapa hal itu yang mungkin saja pemicunya. Akan tetapi yang pasti kita udah menyatakan pada pegawai-pegawai dalam lapas biar tdk turut serta narkoba sebab sanksinya jelas, ” kata Yusran.

Disamping itu, hasil dari kontrol polisi, sabu yang dipunyai ke-3 terduga itu di bisa dari lokasi Kabupaten Muaro Jambi berdasar pada perintah dari seseorang tahanan dalam lapas. Polisi ikut tengah mencari kehadiran pemilik barang yang ada di Kabupaten Muaro Jambi itu.

” Jika dari pernyataan mereka itu, paket sabu itu datang dari Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Gagasannya paket sabu itu diselundupkan ke Lapas Kelas II-A Jambi. Akan tetapi itu masih juga dalam penyidikan kita. Kita ikut tengah mencari tahu kehadiran si pemilik barang itu, ” kata Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Eka Wahyudianta pada wartawan.