Home / berita umum / Dari Aktor Penggadaan VCD Bajakan, Polisi Sita lebih dari 2. 461 keping VCD

Dari Aktor Penggadaan VCD Bajakan, Polisi Sita lebih dari 2. 461 keping VCD

Dari Aktor Penggadaan VCD Bajakan, Polisi Sita lebih dari 2. 461 keping VCD – Direktorat Reserse Kejahatan Teristimewa Kepolisian Daerah Riau menangkap aktor penggandaan serta peredaran VCD bajakan. Polisi mengambil alih tanda untuk bukti lebih dari 2. 461 keping VCD bajakan di beberapa area.

” Penggandaan VCD dengan ilegal sebagai perbuatan melawan hukum serta merugikan banyak pihak, ” kata Kepala Sektor Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, seperti ditulis Pada, Senin (29/1) .

Guntur memaparkan pengungkapan persoalan penggandaan serta peredaran VCD bajakan sebagai hasil tindak lanjut dari pengaduan beberapa label rekaman lokal beberapa lain waktu. Personel yg terdiri dalam Sub Direktorat I Direskrimsus Polda Riau seterusnya melaksanakan penyelidikan serta sukses mengantongi beberapa nama.

Operasi pertama mengarah ke suatu area penyimpanan serta peredaran VCD bajakan di Senapelan Kota Pekanbaru. Di area itu, ia mengemukakan polisi menangkap seseorang tersangka berinisial AM (40) . Hasil pengembangan di area pertama, tim menambahkan operasi ke daerah Mandau, Kabupaten Bengkalis.

” Di Mandau, kita menangkap JF, 38 th.. Dia sebagai aktor penggandaan VCD bajakan dengan omzet menggapai 1. 500 VCD bajakan tiap-tiap bln., ” tangkisnya.

Dari pengungkapan itu, ia mengemukakan penyidik terasa bahwa sistem tindakan penggandaan serta peredaran VCD bajakan menggapai sampai ke Jakarta, yang pasti di pasar Glodok.

Oleh karena itu, ia memaparkan pihaknya dapat bekerjasama dengan Polda Metro Jaya faedah membeberkan persoalan itu dengan komprehensif.

Tidak cuman mengambil alih beberapa ribu VCD bajakan, polisi ikut mengambil alih seperangkat computer dan alat pengganda VCD bajakan. Ke-2 tersangka terancam dengan Pasal 117 ayat 2 serta 3 Undang-Undang Republik Indonesia nomer 28 th. 2014 terkait hak cipta.

” Ancaman hukuman 10 th. penjara serta pidana denda optimal Rp 4 miliar, ” tangkisnya.

Disamping itu, dua penyanyi lokal, Andra Respati serta Elsa Pitaloka sebagai korban pembajakan mengapresiasi langkah Polda Riau. Andra, penyanyi lagu daerah ciri khas Minang yg berkarir di Riau serta Sumbar mengakui tindakan pembajakan halangi kreatifitas mereka.

” Tindakan pembajakan terang merugikan buat saya serta seniman seluruh nya. Umpamanya yg harusnya 1 tahun kami dapat mempunyai empat album, saat ini cuma dua album. Kita menginginkan hentikan pembajakan untuk majunya lagu daerah serta nasional, ” tangkisnya.

About admin

Judi Slot Online