Bangkai Paus 7,9 Meter di Hutan Mangrove Brasil Diduga Tersesat dan Mati Kelaparan

Bangkai Paus 7,9 Meter di Hutan Mangrove Brasil Diduga Tersesat dan Mati Kelaparan – Bangkai paus raksasa diketemukan dalam rimba mangrove di Brasil. Hasil ini berubah menjadi hasil gak biasa lantaran tak selayaknya paus berada pada ruangan itu.

Rabu (27/2/2019) , group pengamat nonprofit Bicho D’agua mengira paus yg tetap bayi itu tersesat di lautan serta mati lantaran kelaparan atau lantaran yang menimbulkan beda yg gak didapati. Bangkai paus yg diketemukan nelayan ditempat itu adalah model punggung bungkuk atau humpback.

Ahli kelautan dari Bicho D’agua, Maura Sousa, menyebutkan paus itu peluang tersapu gelombang pasang sampai ke pinggir Pantai Araruna di kota Soure, Brasil sisi utara. Pantai itu bertempat di Pulau Marajo, yg terdapat di muara Sungai Amazon.

” Pada musim ini, gelombang pasang kebanyakan naik kedua kalinya dalam satu hari, sampai hampir 4 mtr. serta membanjiri rimba mangrove, membawa banyak sampah, termasuk juga sampah dari kapal-kapal dari banyak area pada dunia, ” ucap Sousa.

” Ini memaparkan kenapa bangkai yg mengapung, lantaran gas pembusukan, terbawa sampai ke rimba mangrove, ” ujarnya.

Bangkai paus dengan panjang capai 7, 9 mtr. itu diketemukan banyak nelayan ditempat di ruangan rimba mangrove pada Jumat (22/2) waktu ditempat. Bangkai paus itu diketemukan tergeletak di area berjarak 15 mtr. dari pinggir pantai. Banyak nelayan langsung memberi kabar Bicho D’agua buat memberikan laporan hasil itu.

Sousa mengira kalau paus itu udah mati lebih kurang 4-5 hari sebelum diketemukan.

Paus dengan model ini cukuplah lumrah diketemukan di perairan Atlantik Selatan, tetapi Sousa mengatakannya tak biasa diketemukan pada waktu-waktu awal tahun begini. Paus model ini kebanyakan cuma naik ke pantai Brasil buat kawin serta memakan musim dingin di Antartika.

Bangkai paus yg diketemukan terdampar ini dikira datang dari Atlantik Utara. Banyak pengamat mengerjakan tes DNA buat mencari tahu asal paus ini.

Laboratorium patologi pada Federal University of Banyak tengah mengerjakan nekropsi — autopsi pada binatang. Akhirnya yg baru didapati dalam kurun waktu 20 hari, bakal berikan arahan bab yang menimbulkan kematian paus ini.