Asam Pedas Sekalian Gurih

Asam Pedas Sekalian Gurih  – Masakan dari ikan kering ini rasa-rasanya unik. Ada tektsur keras renyah dikombinasikan dengan bumbu yang asam pedas sekalian gurih. Cukup disantap dengan nasi hangat!

Bicara masalah masakan Aceh, yang selekasnya terlintas dipikiran kita yaitu citarasa pedas serta lemak (bersantan) . Karena itu, keumamah sebagai cermin yang cukup pas untuk menghadirkan masakan Aceh. Bedanya, lemak dalam keumamah bukanlah datang dari santan, akan tetapi dari minyak kelapa yang dimanfaatkan untuk memasaknya.

Keumamah dikenal juga dengan nama gulee keumamah, atau digemari banyak orang dimaksud eungkot kayee. Pada dasarnya, keumamah yaitu daging ikan tongkol yang di rebus, lalu dikeringkan lewat cara disalai (diasap) .

Karena ikan kering jadi keras seperti kayu, jadi dimaksud sebagai ikan kayu (ikan kayee) . Orang Jepang juga mengetahui ikan kering begini, dimaksud katsuobushi – rata-rata diserut halus menjadi penyedap rasa beragam kuah.

Saya mengetahui gulee keumamah ini saat kali pertama waktu bertugas menjadi sukarelawan di Meulaboh serta Banda Aceh pasca-tsunami yang kemarin. Ketika itu, nyaris tak ada tempat tinggal makan yang buka, dikarenakan umumnya disapu ombak. Ibu dari salah seseorang sukarelawan lalu memasakkan gulee keumamah dari beberapa bahan yang sukses dihimpun dari beberapa tetangga.

Di Aceh, keumamah atau ikan kayu disayat tipis-tipis serta dilembabkan kembali lewat cara merendamnya didalam air panas, sebelumnya lalu di masak dalam bumbu gulai bersantan tidak tipis yang kaya rempah.

Kelezatan serta kegurihan keumamah membuatnya diminati beberapa orang. Karena gulai ini begitu lemak, baiknya disantap dengan nasi pulen yang panas. Hmm, nikmat tidak ada tara! Rasa machtig dari minyak kelapa disertai dengan rasa asam yang di ciptakan oleh asam sunti (blimbing wuluh dikeringkan) . Daun salam koja (juga dimaksud daun kapri pulai atau temurui) .

Sesuai sama kegemaran semasing, keumamah dari tempat tinggal satu ke tempat tinggal beda bisa tampak pedas sampai sangat-sangat pedas sekali. Maklum, untuk buat keumamah dimanfaatkan tiga type cabe yakni cabe rawit, cabe merah serta cabe hijau. Bukanlah masakan Aceh apabila tidak pedas.

Untuk membuatnya lebih ” kaya ” , gulee keumamah juga seringkali berisi kentang, kacang panjang, atau sayur-mayur beda, seperti : jantung pisang, atau terong telunjuk.

Beberapa orang Aceh yang hidup di perantauan seringkali merindukan masakan rumahan istimewa ini. Namun, dikarenakan ikan kayu tidak gampang didapat diluar Aceh, mereka menyembuhkan rindu dengan memakai ikan tongkol fresh, atau bahkan juga dengan ikan tuna dalam kaleng.

Di rumah-rumah makan Aceh – baik di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam – atau yang banyak didapati di Medan serta Jakarta, gulee keumamah cukup gampang didapati. Masakan pusaka ini nampaknya masih tetap mau sanggup bertahan melawan arus modernisasi makanan kenikmatan.