Home / berita umum / 7 Gunungan Grebeg Maulid Nabi di Yogyakarta Jadi Rebutan Warga

7 Gunungan Grebeg Maulid Nabi di Yogyakarta Jadi Rebutan Warga

7 Gunungan Grebeg Maulid Nabi di Yogyakarta Jadi Rebutan Warga – Keraton Yogyakarta keluarkan tujuh gunungan dalam rencana Grebeg Maulid ini hari. Grebeg Maulid itu menandai berakhirnya prosesi sekaten yang diawali semenjak tgl 2 November 2018.

Ke-7 gunungan yang dikeluarkan Keraton Yogyakarta yaitu tiga gunungan kakung, satu gunungan dharat, satu gunungan pawuhan, satu gunungan esti, serta saya gunungan gepak. Gunungan itu berisi hasil bumi masyarakat.

Lima gunungan beberapa type dibawa dari Keraton Yogyakarta ke Masjid Gedhe Kauman untuk diberikan ke masyarakat. Sesaat dua gunungan kakung yang lain akan diarak ke Kompleks Kepatihan serta ke Pura Pakualaman.

Gunungan mulai diarak oleh abdi dalam dari Keraton Yogyakarta seputar jam 10.00 WIB. Sesampainya di halaman Masjid Gedhe Kauman jam 10.35 WIB, langsung jadi rebutan masyarakat.

Salah seseorang masyarakat, Dayak (29), menceritakan jika ia bersama dengan rombongan menyengaja hadir dari Wonosobo ke Yogyakarta cuma untuk ikuti prosesi Grebeg Maulid. Maksudnya tidak lainnya untuk mencari karunia tuhan.

“Saya pergi sama rombongan naik travel, pergi Senin pagi nyampek sini (Yogyakarta) jam 11.30 WIB. Ada 25 orang yang pergi (bersama dengan rombongan),” tutur Dayak, Rabu (21/11/2018).

Menurut dia, ia bersama dengan rombongan hadir ke Yogyakarta memang untuk mencari karunia. Oleh karena itu, sebelum grebeg diawali ia telah ikuti beberapa prosesi sekaten termasuk juga kondur gangsa tadi malam.

“Semalem kami turut prosesi penurunan gamelan. Kami ikut nyebar logam di pondok kompleks masjid. Pasti kami harap agar bisa karena (lewat) kesultanan. Agar bisa kelancaran ekonomi, tanahnya arsip,” katanya.

Akan tetapi tidak kebanyakan orang yang ada dalam prosesi grebeg hadir untuk mencari karunia. Seperti Katarina Dasirah (68), masyarakat Pandak, Bantul, ini hadir ke halaman Masjid Gedhe Kauman cuma untuk lihat prosesinya.

“Jika saya hanya lihat saja, soalnya takut sel-selan (berdesak-desakan. Dahulu waktu muda saya seringkali lihat grebeg di sini, tetapi ikut tidak turut mengambil. Ya cuma ingin lihat-lihat saja, seneng lihat keramaian,” pungkas ia.

About admin

Judi Slot Online